Sekolah Sidoarjo Hadirkan Program Makan Siang Gratis Mandiri

by -879 Views

Sekolah Islam Al Muslim di Sidoarjo Jadi Contoh Inovasi dalam Pemenuhan Gizi Anak

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap gizi anak sekolah, Sekolah Islam Al Muslim di Sidoarjo menunjukkan inovasi yang luar biasa. Lembaga pendidikan yang menaungi jenjang KB hingga SMA ini telah lebih dari 25 tahun konsisten menjalankan program makan siang bergizi mandiri tanpa mengandalkan pihak ketiga.

Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung kesehatan dan pembentukan karakter siswa. Seluruh proses mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, hingga penyajian dikelola langsung oleh tim internal sekolah untuk memastikan setiap hidangan yang tersaji aman, sehat, dan bergizi seimbang.

“Untuk sekolah dengan sistem full day, kebutuhan gizi anak harus benar-benar terpenuhi agar proses belajar berjalan optimal. Karena itu, kami menghadirkan menu seimbang yang sehat, lezat, dan disukai siswa,” ujar Ahmad Fahrizal Rahman, Sekretaris Yayasan Al Muslim Jawa Timur.

Program Makan Siang sebagai Pembelajaran Karakter

Selain mendukung kebutuhan nutrisi, program ini juga dirancang sebagai pembelajaran karakter. Setiap sesi makan siang dimulai dengan antrean tertib, makan bersama dalam kelompok, dan diakhiri dengan kebiasaan mencuci piring serta merapikan meja sendiri.

Tidak hanya itu, Al Muslim juga menjalankan program “Giliran Kue” untuk jenjang KB–TK dan SD. Dalam kegiatan ini, siswa bergiliran membawa kudapan sehat yang disiapkan oleh wali murid. Siswa yang mendapat giliran akan berperan sebagai “tuan rumah kecil” di kelas, memperkenalkan menu, memimpin doa, dan mengajak teman-temannya makan bersama.

“Melalui program ini, anak-anak belajar berbagi, berani tampil di depan umum, dan memahami arti gotong royong sejak dini,” terang Fahrizal.

Dapur Mandiri yang Menyediakan Banyak Porsi

Dari sisi operasional, sekolah memiliki dapur mandiri yang setiap harinya menyiapkan sekitar 1.600 porsi makanan untuk siswa, guru, dan karyawan. Menurut Bu Somah, salah satu pengelola dapur sekolah, menu yang disajikan selalu berganti setiap hari agar tidak membosankan.

“Kami menyajikan kombinasi makanan tradisional dan modern seperti chicken katsu, beef teriyaki, hingga nasi pecel atau soto. Semua disusun berdasarkan masukan dari siswa dan orang tua, jadi tetap sehat tapi juga sesuai selera anak-anak,” tuturnya.

Tanggapan Siswa dan Manfaat Program

Salah satu siswa SMA Al Muslim, Dhite, mengaku bangga dengan program ini. “Makanannya enak dan bervariasi, nggak membosankan. Setiap hari juga selalu ada buah. Jadi makan siang di sekolah bukan cuma kenyang, tapi juga sehat,” ujarnya.

Program makan siang mandiri ini telah terbukti meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mempererat interaksi sosial antar teman. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi gizi praktis dan pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah.

Tujuan Jangka Panjang Sekolah

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemenuhan gizi dan pendidikan karakter bisa berjalan beriringan. Harapannya, akan lahir generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” pungkas Fahrizal.




📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.