Siapa Irna Kusma, ASN yang Kritik Program Rp1.000 per Hari Dedi Mulyadi?

by -703 Views

Kritik dari ASN terhadap Program Sisihkan Rp1.000 Per Hari

Sebuah program yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yaitu menyisihkan uang sebesar Rp1.000 per hari, mendapat kritikan dari seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Irna Kusma atau dikenal dengan julukan Eceu Gacor.

Irna Kusma merasa keberatan karena masyarakat diwajibkan mengumpulkan uang tersebut mulai dari tingkat RT, sekolah hingga para ASN. Ia menegaskan bahwa SE terkait kebijakan itu harus dicabut. Pernyataannya ini viral setelah videonya tersebar luas di media sosial.

Video pertama kali diunggah lewat akun TikTok @irna868_pangandaran. Meski kemudian dihapus, video kritikan tersebut dibagikan ulang oleh warganet lainnya. Dalam rekaman, Irna Kusma meminta agar Surat Edaran (SE) terkait kebijakan itu dicabut.

Siapa Irna Kusma?

Irna Kusma tercatat sebagai ASN di wilayah Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Ia bertugas di bagian Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMD). Julukan Eceu Gacor diberikan kepadanya karena ia sering berani mengkritik kebijakan pemerintah.

Dalam bahasa Indonesia, eceu berarti kakak perempuan dan gacor berarti bersuara terus-menerus. Irna Kusma juga aktif di media sosial. Ia memiliki 18,2 ribu pengikut di akun TikTok pribadinya. Dirinya kerap membagikan aktivitasnya saat menjadi petugas PMD hingga kegiatannya sehari-hari.

Didatangi Dedi Mulyadi

Setelah video kritik Irna Kusma viral, Dedi Mulyadi mendatanginya. Momen pertemuan keduanya dibagikan lewat akun Instagram @dedimulyadi71. “Saya sudah bertemu dengan Eceu Gacor,” kata Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta itu memberikan pemahaman terkait tujuan dari programnya kepada Irna Kusma. Ia menegaskan tidak memungut uang Rp1.000 untuk dikumpulkan ke gubernur. Uang-uang dikelola pemerintah tingkat kabupaten/kota guna membiayai program pendidikan dan kesehatan masing-masing daerah.

Program tersebut bersifat sukarela tanpa paksaan. Dedi Mulyadi lantas bertanya apakah perlu surat edaran dicabut. “Sudah ketemu saya. Jadi surat edarannya dicabut jangan?” tanya dia. “Enggak Pak. Sudah ada penjelasan dari Bapak,” jawab Irna Kusma. “Bermanfaatkan?” tanya Dedi Mulyadi lagi. “Iya (bermanfaat),” jawab Irna Kusma.

Pertemuan tersebut sangat hangat dan cair, tampak Irna Kusma atau Dedi Mulyadi tertawa bersama-sama.

Ini Alasan Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi meluncurkan program menyisihkan uang Rp1.000 per hari yang dinamakan Gerakan Rereongan Poe Ibu. Program ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA yang diteken Dedi tertanggal 1 Oktober 2025 lalu. Adapun program ini berlaku bagi warga dan ASN di seluruh Jawa Barat.

Ternyata ada alasan bersifat sosial yang tertuang dalam program terbaru Dedi tersebut yakni banyaknya warga miskin yang masih sulit dalam memenuhi kebutuhan pendukung untuk berobat seperti biaya transportasi atau biaya lainnya.

“Banyak orang yang rumah sakitnya gratis tetapi tidak punya biaya untuk ongkos ke rumah sakitnya. Tidak punya biaya untuk nungguin di rumah sakitnya. Tidak punya biaya untuk bolak-balik kemoterapi,” kata Dedi, Senin (6/10/2025).

Dedi juga menjelaskan metode pengumpulan uang yang digunakan layaknya tradisi jimpitan di mana warga bisa meletakan uang Rp1.000 di kotak kecil yang disediakan di depan rumahnya. Nantinya, jelas Dedi, uang itu akan dikelola oleh bendahara di lingkungan tersebut dan dialokasikan untuk membantu warga yang kesulitan.

Ia pun meminta uang yang sudah terkumpul itu selalu dilaporkan ke warga oleh pihak pengelola. “Setiap bulan harus dilaporkan pada seluruh penyumbang. Di setiap RT sudah ada grup WA sekarang. Di RW ada grup WA. Sangat mudah,” katanya.

Dedi turut menegaskan uang yang terkumpul itu tidak akan masuk dalam kas daerah atau APBD. “Tidak ada kaitan dengan APBD atau APBN,” katanya.

Terkait terbitnya SE, Dedi mengungkapkan hal itu sebagai wujud ajakan darinya untuk menumbuhkan solidaritas warga Jawa Barat. “Yang ada adalah gubernur mengajak, menghimbau seluruh jajaran pemerintah untuk sama-sama membangun solidaritas sosial,” ujar Dedi.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.