Steven Wongso Kritik Penjual Martabak, Dihujat Netizen

by -2 Views

Peran dan Latar Belakang Steven Wongso

Steven Wongso adalah seorang konten kreator yang berasal dari Surabaya. Ia mulai dikenal luas setelah menjalin hubungan dengan Arafah Rianti, seorang komika ternama. Lahir pada 20 Oktober 1999, ia kini berusia 26 tahun dan merupakan warga negara Indonesia. Awal kariernya dimulai ketika ia bergabung dengan komunitas Stand Up Surabaya pada 2018. Setelah aktif selama tiga tahun, ia memutuskan untuk merantau ke Jakarta.

Kepergian Steven ke Jakarta bukan karena aktivitas stand-up comedy, melainkan karena magang kuliah. Saat itu, penghasilannya jauh di bawah UMR, sehingga ia kesulitan bertahan hidup. Dengan curhatannya kepada Nopek, akhirnya ia memutuskan untuk ngekos di The Raid. Di sana, ia banyak menerima bantuan dan kerjaan dari Nopek dan Arip, yang merupakan senior dari Surabaya.

Sejak saat itu, Steven mulai bekerja sebagai roadman atau asisten agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Ia bercanda bahwa awalnya ia adalah Chindo yang bekerja untuk orang Jawa. Perjalanan karier Steven mulai terang ketika ia sering berkunjung ke kantor Stand Up Indo. Namun, saat itu ia lebih dikenal sebagai roadman daripada komika.

Kemudian, ada momen ketika Steven mendapat tawaran freelance dari Presiden Stand Up Indo kala itu. Ia pun mendapat pekerjaan sampingan dengan menjadi “kodok ijo”, yaitu penampil dengan kostum mirip kodok berwarna hijau. Ia mengaku mendapat gaji yang besar. Selanjutnya, ia menjadi asisten pribadi Indra Jegel.

Pada Desember 2021, Steven ikut diajak menemani Indra Jegel dalam syuting film Ngeri-Ngeri Sedap di Danau Toba.

Kontroversi Mengenai Martabak Manis

Peristiwa kontroversial terjadi ketika Steven Wongso mengunggah sebuah konten di media sosialnya. Berbeda dari biasanya, konten kali ini membahas tentang “martabak manis”. Dalam unggahannya, Steven tampak duduk sambil memakai selimut warna cream dan membawa sekotak berisi makanan martabak manis.

Ia menyatakan bahwa para penjual martabak manis memiliki banyak dosa. Pernyataan ini berasal dari kekhawatirannya terhadap tingginya kandungan gula dalam satu porsi martabak manis. “Menurut keyakinan saya, semua penjual martabak manis itu banyak dosanya. Amit Pak, Bu,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa tingginya kandungan gula dalam martabak manis dapat berdampak buruk pada kesehatan. Bahkan, ia menyamakan martabak manis dengan obat terlarang karena efek bahayanya. “Sadar nggak seberapa banyak gula dalam adonan martabak Bapak, Ibu? Itu bener-bener bisa ngebunuh orang kalau terus-terusan.”

Lebih lanjut, ia juga meminta para penjual untuk memperhatikan kandungan gula dalam dagangan mereka. Ia berharap di tahun 2026 ini lebih banyak yang menjual makanan sehat. “Udahlah jual yang aman-aman aja. Ini sudah 2026, jualan yang sehat-sehat aja. Sadar nggak banyak orang yang meninggal karena gula? Bahkan yang meninggal karena gula lebih banyak daripada yang meninggal karena narkoba tiap tahunnya,” terangnya.

Respons Netizen dan Pedagang

Sontak, pernyataan Steven Wongso langsung memicu perdebatan netizen. Bahkan beberapa pedagang martabak manis sampai mem-blacklist Steven di warung mereka. Dalam sebuah warung martabak manis, terdapat tulisan “Dilarang beli” bersama foto Steven Wongso.

Nicky Tirta, seorang aktor sekaligus chef yang memiliki bisnis martabak, turut memberikan komentar. Melalui unggahan Instagram-nya, Nicky tampak menyindir sang konten kreator. Ia menulis, “Daripada TANTRUM, mendingan beli Martabak Manis! Jangan lupa extra butter pake keju melelehhhh.. YUMMMMMMYYYY. Tag ke orangnya dong, maaf saya males ngetik namanya.”


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

About Author: Sammy NW

Avatar of Sammy NW
Sammy NW adalah seorang jurnalis dan mediapreneur yang berdedikasi mengembangkan media digital yang berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.