Kondisi SPBU Shell yang Kosong dan Tanda-Tanda Kelangkaan BBM
Pemandangan di sejumlah SPBU Shell di Jakarta terlihat jauh berbeda dari biasanya. Jika dulu antrean kendaraan mengular, kini suasana terasa sunyi dan sepi. Hal ini terjadi setelah stok bahan bakar minyak (BBM) di seluruh jaringan SPBU Shell Indonesia habis.
Berdasarkan pantauan pada Minggu (5/10/2025), stok BBM di SPBU Shell benar-benar kosong. Kondisi ini terjadi setelah kuota impor BBM Shell untuk tahun 2025 ludes terjual. Di SPBU Shell Jalan Letjen Suprapto 1, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, tidak ada kendaraan yang sedang mengisi bahan bakar. Petugas yang biasanya sibuk melayani pelanggan kini hanya duduk santai di dekat dispenser, sambil menjaga stan kecil berisi makanan ringan dan kopi kemasan.
Di papan harga, hanya Shell V-Power Diesel yang masih tersedia dengan harga Rp 14.270 per liter. Sementara tiga jenis bensin lainnya, yaitu Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, semuanya tercatat nol, menunjukkan bahwa stok kosong. Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Shell Suprapto 2, yang berada di kawasan Cempaka Putih. SPBU tersebut hanya menjual Shell V-Power Diesel, sementara area pengisian bensin tampak tertutup.
Kondisi ini memperkuat informasi yang sebelumnya disampaikan oleh manajemen Shell bahwa pasokan bensin mereka akan habis total pada awal Oktober 2025. Data dari laman resmi Shell Indonesia juga menunjukkan bahwa seluruh SPBU di Indonesia tidak lagi menjual produk bensin Shell Super, Shell V-Power, maupun Shell V-Power Nitro+.
President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian telah memberi peringatan tentang kondisi ini. Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (1/10), Ingrid menyebutkan bahwa stok bensin Shell akan habis total pada Kamis (2/10). Dari total 197 SPBU Shell, hanya lima SPBU di luar Jakarta, seperti di Cirebon dan Cilegon, yang masih menjual bensin.
Ingrid menambahkan bahwa seiring habisnya stok BBM, perusahaan menyesuaikan jam kerja karyawan di lapangan. Dari total 5.300 karyawan SPBU Shell di seluruh Indonesia, sebagian tetap bekerja karena perusahaan masih mengoperasikan bengkel dan toko pelumas.
Potensi Kelangkaan BBM di SPBU Swasta
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi sinyal potensi kelangkaan BBM di SPBU swasta hingga akhir tahun ini. Kondisi ini bisa terjadi jika Shell, BP, hingga Vivo tidak kunjung sepakat membeli BBM murni atau base fuel dari Pertamina.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa pihaknya akan memfasilitasi pembahasan secara business to business (B2B) antara Pertamina dengan badan usaha swasta terkait pasokan base fuel. “Ya ini pilihan ya, maksudnya mau kosong sampai akhir tahun atau mau ada yang disepakati seperti itu. Yang saya dengar, tapi nanti pastinya akan sore. Pertamina juga sama badan usaha swasta (rapat). Sudah melakukan pembicaraan lagi sejak beberapa hari yang lalu. Tapi hasil pembicaranya saya kan belum tahu. Makanya kita undang rapat,” kata Laode di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (3/10).
Dorongan pembelian base fuel dari Pertamina muncul setelah pasokan BBM di SPBU swasta mulai langka sejak akhir Agustus 2025. Sementara itu, Pertamina masih memiliki kuota impor BBM yang belum terpakai. Adapun SPBU swasta tahun ini sudah mendapat tambahan kuota impor sebesar 10% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya, sehingga total kuotanya mencapai 110%.
Namun, hingga kini SPBU swasta belum sepakat membeli base fuel Pertamina yang sudah disiapkan sebanyak 100.000 barel. Salah satu alasan penolakan adalah kandungan etanol dalam base fuel tersebut yang mencapai 3,5%. Padahal, menurut regulasi, penggunaan etanol dalam campuran BBM masih diperbolehkan hingga batas 20%.
Laode menegaskan penggunaan etanol dalam BBM bukanlah hal baru. “Kalau di Amerika aja Shell juga udah pakai Etanol. Di Amerika sendiri mereka bensinnya pake Etanol. Saya bisa kasih lihat bukti-bukti itu,” ucapnya. Laode menambahkan, stok base fuel yang batal diserap SPBU swasta akhirnya digunakan sendiri oleh Pertamina.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





