Update Terbaru: 10 Korban Dikenali dari 55 Kantong Jenazah di DVI Polda Jatim

by -457 Views

Proses Identifikasi Korban Tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran

Hingga hari ke-8 tragedi robohnya bangunan pondok pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah menerima total 55 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan bagian tubuh yang terpisah. Proses identifikasi korban berlangsung tanpa henti dan dilakukan dengan ketelitian tinggi oleh tim DVI.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Khusnan Marzuki, menjelaskan bahwa proses identifikasi sedang berjalan secara intensif. Ia mengatakan bahwa pada pagi hari ini hingga saat ini, total 55 kantong jenazah telah diterima. Dari jumlah tersebut, lima kantong berisi bagian tubuh yang ditemukan di lokasi kejadian.

“Kami menerima 55 kantong jenazah, termasuk lima kantong yang berisi bagian tubuh,” ujar Kombes Pol Khusnan Marzuki Senin, 6 Oktober 2025 di Polda Jatim.

Ia menambahkan bahwa sejauh ini, sepuluh korban telah berhasil diidentifikasi. Termasuk korban yang sebelumnya diidentifikasi di Sidoarjo. Untuk mempercepat proses, tim DVI telah mengambil sampel DNA dari keluarga korban pada hari Kamis lalu. Sampel ini kemudian dicocokkan dengan sampel DNA yang diambil dari jenazah dan bagian tubuh yang ditemukan.

“Hari Jumat, jenazah mulai berdatangan ke sini. Jadi pada Sabtu pagi, sampel dari keluarga dan sampel jenazah yang kami ambil langsung dikirim untuk analisis,” jelasnya.

Perwira dengan tiga melati di pundak ini berharap proses rekonsiliasi data antemortem dan postmortem dapat segera membuahkan hasil signifikan. Tim DVI berkomitmen penuh untuk mempercepat identifikasi guna memberikan kepastian kepada keluarga korban yang menanti dengan cemas.

“Kami usahakan rekonsiliasi bisa dilakukan sore ini sekitar pukul 15.00 WIB,” pungkasnya.

Langkah-Langkah dalam Proses Identifikasi

  • Tim DVI melakukan pengumpulan sampel DNA dari keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi.
  • Sampel DNA yang diperoleh dari keluarga korban dibandingkan dengan sampel DNA dari jenazah dan bagian tubuh yang ditemukan.
  • Proses analisis dilakukan secara cepat dan akurat untuk memastikan identitas korban.
  • Rekonsiliasi data antemortem dan postmortem dilakukan untuk mempercepat pengambilan keputusan dan memberikan kepastian kepada keluarga.

Tantangan dalam Proses Identifikasi

  • Keberadaan bagian tubuh yang terpisah membuat proses identifikasi lebih rumit.
  • Kesulitan dalam membedakan bagian tubuh yang berasal dari satu korban atau beberapa korban.
  • Keterbatasan waktu dan sumber daya untuk memproses sejumlah besar jenazah dan bagian tubuh yang ditemukan.

Peran Keluarga dalam Proses Identifikasi

  • Keluarga korban diminta untuk memberikan sampel DNA agar dapat digunakan sebagai referensi dalam proses identifikasi.
  • Partisipasi aktif dari keluarga sangat penting dalam membantu tim DVI mengidentifikasi korban dengan akurasi tinggi.
  • Komunikasi yang baik antara tim DVI dan keluarga korban menjadi kunci dalam mempercepat proses identifikasi.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.