Kegiatan Pengabdian Masyarakat UPNVJ Fokus pada Pemahaman Bela Negara
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (UPNVJ) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema yang sangat relevan, yaitu “Peningkatan Pemahaman Bela Negara untuk Mencapai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat”. Kegiatan ini diadakan di SMAN 66 Jakarta pada bulan September 2025. Dalam acara tersebut, hadir para narasumber dari Fakultas Hukum UPNVJ dan Pusat Kajian Bela Negara UPNVJ.
Salah satu pembicara dalam kegiatan ini adalah Slamet Tri Wahyudi, yang menekankan bahwa bela negara tidak hanya terbatas pada tindakan militer atau mengangkat senjata. Menurutnya, bela negara merupakan tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga kedaulatan bangsa. Ia menyampaikan bahwa bela negara adalah kewajiban seluruh rakyat Indonesia, baik dari level keluarga, lingkungan masyarakat, hingga nasional.
“Setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keutuhan bangsa,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa bela negara bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk tindakan sederhana, seperti mematuhi aturan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga harmoni sosial, serta belajar dengan sungguh-sungguh sebagai pelajar.
Dari sisi lain, Danis Tri Saputra W., M.IP., yang berasal dari Pusat Kajian Bela Negara UPNVJ, menekankan pentingnya internalisasi nilai bela negara bagi generasi muda. Ia menyebutkan bahwa nilai-nilai tersebut mencakup disiplin, solidaritas, kepemimpinan, serta ketangguhan mental dan fisik. Menurutnya, solidaritas yang lahir dari bela negara membuat masyarakat mampu menghadapi tantangan bersama.
Selain paparan materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi roleplay yang berbasis study case. Para siswa diajak untuk menganalisis sekaligus memerankan peran korban, pelaku, maupun saksi dalam kasus bullying dan catcalling. Melalui simulasi ini, peserta dilatih untuk mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi ketidakadilan.
“Dengan melawan bullying atau catcalling, siswa sejatinya sedang mempraktikkan bela negara dalam bentuk sederhana: membela hak sesama, menolak ketidakadilan, dan menjunjung nilai kemanusiaan,” ujar tim pelaksana kegiatan. Sesi roleplay ini mendapat respons yang positif dari peserta, dengan diskusi yang dinamis dan beragam pandangan siswa terkait solusi persoalan sosial.
Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep bela negara, bukan hanya secara teoritis, tetapi juga secara praktis. Peserta mulai menyadari peran mereka sebagai agen perubahan di masyarakat. Acara ditutup dengan diskusi interaktif yang menunjukkan semangat tinggi para siswa dalam menyerap nilai-nilai bela negara.
Harapan besar diucapkan agar para peserta dapat tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dalam menjaga persatuan, keadilan, dan perdamaian bangsa. Dengan pendekatan yang inovatif dan interaktif, kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya bela negara.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





