Arianto Kogoya Ajak Mahasiswa Papua Jadi Pilar Emas Indonesia

by -275 Views

Peran Mahasiswa Papua dalam Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

Senator DPD RI, Arianto Kogoya, menggarisbawahi pentingnya peran mahasiswa Papua sebagai pilar utama pendidikan yang akan membawa daerah menuju Indonesia Emas 2045. Dalam acara Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), ia menekankan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang strategis dalam memajukan pembangunan daerah.

Kegiatan ini digelar di Aula USTJ pada hari Sabtu (08/11/2025) dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa. Acara yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, termasuk Arianto Kogoya, yang memberikan materi dengan tema “Peran Mahasiswa Papua dalam Bidang Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam paparannya, Arianto menegaskan bahwa masa depan pembangunan Papua sangat bergantung pada generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menilai bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan daerah melalui ide dan gagasan konstruktif.

Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Papua. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus menjalankan amanat undang-undang, terutama terkait penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Menurutnya, dana tersebut harus dialokasikan sesuai ketentuan, termasuk 30 persen untuk pendidikan.

“Peningkatan mutu pendidikan merupakan kunci untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045,” ujarnya. Ia berkomitmen memperjuangkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tanah Papua melalui jalur legislasi dan penyaluran aspirasi daerah.

Arianto juga mendorong mahasiswa agar aktif menyalurkan aspirasi dalam berbagai bentuk, baik melalui tulisan, jurnal, dialog terbuka, maupun aksi demonstrasi yang damai dan bermartabat. Ia menilai bahwa banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mendukung pembangunan, dan ruang-ruang aspirasi tersebut harus dimanfaatkan secara produktif.

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan seperti LKM penting untuk membentuk karakter dan mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan yang tidak bisa diperoleh hanya di ruang kuliah.

“Ilmu pengetahuan memang didapat di kampus, tetapi soft skill dan jiwa kepemimpinan ditempa melalui pengalaman organisasi,” tuturnya.

Menutup materinya, Arianto kembali menekankan pentingnya penggunaan dana Otsus sesuai amanat undang-undang, yakni 30 persen untuk pendidikan. Ia berharap mahasiswa Papua dapat menjadi generasi yang berdaya dan mampu memajukan tanah kelahirannya.

“Pendidikan adalah kunci kesejahteraan. Tidak ada orang lain yang akan memajukan Papua selain orang Papua sendiri,” pungkasnya.

Strategi dan Komitmen untuk Masa Depan Pendidikan Papua

Untuk mencapai tujuan tersebut, Arianto menyarankan beberapa langkah strategis yang dapat diambil oleh mahasiswa dan pemerintah daerah:

  • Meningkatkan partisipasi aktif: Mahasiswa diminta untuk lebih aktif dalam menyampaikan aspirasi mereka melalui berbagai saluran yang tersedia, seperti forum diskusi, media massa, atau platform digital.
  • Memanfaatkan dana Otsus secara optimal: Pemerintah daerah harus memastikan bahwa dana otonomi khusus digunakan sesuai aturan, terutama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.
  • Membangun kerja sama antar lembaga: Kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan masyarakat lokal diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
  • Mengembangkan program pelatihan kepemimpinan: Kegiatan seperti LKM perlu terus digelar untuk melatih mahasiswa dalam berbagai keterampilan, termasuk kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen proyek.

Dengan komitmen dan strategi yang tepat, mahasiswa Papua dapat menjadi agen perubahan yang mampu membawa daerah menuju masa depan yang lebih cerah. Dukungan dari pemerintah dan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.