DPRD Ciamis Minta Pengawasan Dapur MBG Diperketat
Insiden keracunan yang menimpa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis telah memicu respons dari DPRD setempat. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis, Agus Priatna, menyatakan bahwa program ini merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang sangat penting dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Namun, ia menilai perlunya peningkatan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya.
Agus menjelaskan bahwa kejadian tersebut menjadi peringatan agar seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG lebih berhati-hati. Menurutnya, bahan-bahan makanan yang digunakan harus benar-benar steril untuk menghindari risiko kesehatan bagi para siswa.
“Program ini sangat baik, tetapi dengan adanya kejadian kemarin, pengawasan di dapur atau SPPG harus diperketat. Bahan-bahan yang digunakan harus benar-benar steril,” ujarnya saat ditemui di Ciamis.
Langkah Pemantauan Langsung ke Lapangan
Untuk memastikan standar pengolahan makanan sesuai ketentuan, DPRD Ciamis bersama Komisi IV berencana melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Agus menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan hanya sidak biasa, tetapi lebih pada koordinasi dan evaluasi bersama.
“Insya Allah kami akan turun langsung, bukan sidak tapi lebih ke pemantauan dan koordinasi. Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi dapur, proses kerja, dan sinergi para pengelola SPPG,” tambahnya.
Pemantauan ini direncanakan dilakukan dalam waktu dekat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, pihaknya akan melibatkan beberapa pihak terkait seperti dinas teknis dan perwakilan pengelola dapur MBG. Tujuan utamanya adalah untuk evaluasi dan pembenahan bersama, bukan mencari kesalahan.
“Rencananya minggu ini kami akan kumpulkan para kepala dapur, terutama yang sebelumnya sempat mengalami kendala. Tujuannya bukan mencari kesalahan, tapi untuk evaluasi dan pembenahan bersama,” jelas Agus.
Harapan Ke Depan
Agus berharap kejadian keracunan yang terjadi dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Ciamis berjalan lebih baik dan aman. Ia menekankan pentingnya menjaga higienitas makanan dan meningkatkan pengawasan terhadap bahan pangan serta proses distribusi.
“Ke depan, kami berharap dapur-dapur tetap steril, pengawasan bahan pangan lebih ketat, dan proses distribusi berjalan lancar tanpa menimbulkan kejadian serupa,” ujarnya.
Peristiwa Keracunan yang Terjadi
Sebelumnya, kasus keracunan pasca mengonsumsi MBG sempat terjadi di beberapa sekolah di Kabupaten Ciamis. Kasus pertama terjadi di SMPN 4 Pamarican pada 29 September 2025. Kejadian serupa kemudian terulang di SDN 1 Sindangsari, SDN 5 Karangpawitan, dan MI Pogorsari di Kecamatan Kawali pada Jumat, 3 Oktober 2025.
Agus berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di mana pun. Ia meminta seluruh SPPG memperhatikan higiene makanan dan menjaga standar kebersihan yang tinggi.
Kesimpulan
Peristiwa keracunan yang menimpa siswa penerima MBG di Kabupaten Ciamis menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait. Melalui langkah-langkah seperti pemantauan langsung, evaluasi bersama, dan peningkatan pengawasan, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan aman untuk kepentingan kesehatan anak-anak.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





