IHSG Diprediksi Naik di Oktober 2025, Ini Pemicunya

by -529 Views

Prediksi Penguatan IHSG pada Oktober 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki ruang penguatan pada bulan Oktober 2025. Hal ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk efek musiman akhir tahun dan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Berdasarkan analisis dari Reliance Sekuritas Indonesia, sentimen positif bisa muncul karena historis yang menunjukkan bahwa periode Oktober hingga Desember sering kali menjadi waktu penguatan indeks.

Arifin, analis dari Reliance Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa sejak tahun 2011 hingga 2024, rata-rata kinerja IHSG pada bulan Oktober mencatatkan return positif sebesar 1,91%. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang cukup signifikan di bulan tersebut.

Pengaruh Kebijakan Bank Sentral

Selain faktor musiman, arah kebijakan bank sentral menjadi penentu utama pergerakan pasar saham pada bulan ini. Baik Bank Indonesia (BI) maupun The Fed telah melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2025. Namun, motivasi di balik tindakan ini berbeda antara kedua lembaga tersebut.

BI kini lebih fokus pada mendorong penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Sementara itu, The Fed menurunkan suku bunga karena melambatnya pertumbuhan tenaga kerja di Amerika Serikat.

Pasar saat ini juga sedang mengharapkan adanya dua penurunan suku bunga lanjutan pada tahun 2025. Hal ini memberi harapan bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan pasar saham yang stabil.

Isu-isu yang Mempengaruhi Pasar

Selain suku bunga, ada beberapa isu lain yang menjadi perhatian pelaku pasar. Salah satunya adalah ancaman government shutdown AS, yang bisa memengaruhi stabilitas pasar global. Selain itu, kenaikan harga emas akibat pembelian bank sentral juga menjadi perhatian, serta rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza yang berpotensi menekan harga minyak dunia.

Performa IHSG pada Bulan September

Sepanjang bulan September 2025, IHSG berhasil naik sebesar 2,94%, sementara secara year to date (YtD) mencatatkan penguatan sebesar 13,86%. Dengan posisi tersebut, pasar saham Indonesia menempati peringkat ke-18 dunia dan ke-4 di kawasan Asia.

Rekomendasi Saham oleh Reliance Sekuritas

Untuk bulan Oktober ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan delapan saham pilihan yang berpotensi mengungguli indeks. Saham-saham tersebut antara lain BUMI, BKSL, BSDE, CDIA, CUAN, PGO, SCMA, dan WIRG. Arifin berharap bahwa delapan saham ini dapat membawa performa yang lebih baik dibandingkan IHSG.

Data dari Bursa Efek Indonesia

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks komposit tumbuh sebesar 0,23% ke level 8.118,30 secara mingguan pada periode 29 September – 3 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami peningkatan sebesar 1,29% menjadi Rp15.079 triliun dari Rp14.888 triliun pada sepekan sebelumnya.

Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan meningkat sebesar 6,68% menjadi 2,62 juta kali dari 2,46 juta kali transaksi pada pekan lalu. Adapun, rata-rata volume transaksi harian Bursa pekan ini naik 5,61% menjadi 49,72 miliar lembar saham dari 47,08 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Investor asing juga mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp199,79 miliar pada akhir pekan lalu. Dengan demikian, asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp56,71 triliun sejak awal tahun.

Peringatan Penting

Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.