Peristiwa G30S/PKI: Titik Gelap dalam Sejarah Bangsa
Banyak anak muda mungkin hanya mengetahui sekilas tentang peristiwa G30S/PKI dari buku sejarah atau film dokumenter. Padahal, peristiwa tahun 1965 itu adalah salah satu titik gelap dalam perjalanan bangsa kita. Saat itu, ada upaya untuk mengganti dasar negara Pancasila dengan ideologi komunis. Akibatnya, sejumlah jenderal TNI diculik dan dibunuh. Sejak saat itu, suasana politik Indonesia penuh dengan dendam.
Pemerintahan Orde Baru bahkan melarang total PKI dan semua keturunannya. Anak cucu yang sama sekali tidak terlibat tetap mendapat stigma negatif. Mereka kesulitan berkembang di dunia politik, ekonomi, bahkan kehidupan sosial.
Era Reformasi: Politik Lebih Terbuka
Seiring waktu bergulir, Indonesia memasuki era Reformasi. Sistem politik berubah, rakyat bisa langsung memilih presiden, wakil presiden, dan kepala daerah. Demokrasi semakin terbuka, tapi konsekuensinya, persaingan politik juga makin keras. Kita masih ingat istilah “cebong” dan “kadrun” yang sempat membuat masyarakat terbelah. Tapi, di situlah Pancasila diuji. Ideologi ini mengajarkan bahwa berbeda pendapat itu wajar, asal jangan sampai membuat bangsa terpecah.
Dari Lawan Jadi Kawan
Contoh nyata ada pada Jokowi dan Prabowo. Mereka berdua sempat bertarung sengit di Pilpres 2014 dan 2019. Dua kali Prabowo kalah, tapi akhirnya diajak masuk kabinet Jokowi. Dunia sempat kaget, karena lawan berat bisa berubah menjadi partner kerja. Itulah bukti bahwa dendam politik tidak harus diwariskan.
Di Pilpres 2024, Prabowo kembali memberi contoh soal kedewasaan berpolitik. Meski Anies Baswedan sempat mengkritiknya, Prabowo menanggapinya dengan santai. Ia bahkan bilang kritik itu justru membuat elektabilitasnya naik. Menurutnya, debat politik memang harus panas, biar menarik bagi masyarakat. Tapi setelah pemilu selesai, semua harus kembali bersatu.
Apa Artinya Bagi Kita?
Bagi generasi muda, pelajaran pentingnya adalah: jangan baper berlebihan dalam politik. Lawan politik itu hanya berlaku saat kampanye, setelah pemilu selesai ya kita semua tetap satu bangsa. Kritik dan perbedaan itu sehat, asal jangan berubah jadi kebencian. Pancasila bukan cuma teks di hafalan, tapi panduan nyata supaya kita tetap rukun meskipun beda pilihan.
Dari masa kelam G30S sampai panasnya Pilpres, Pancasila terbukti tetap sakti. Nilai-nilainya tentang persatuan, keadilan, dan musyawarah masih relevan untuk zaman sekarang. Generasi muda punya tugas untuk menjaganya dan mempraktikkannya, supaya politik nggak jadi ajang permusuhan, tapi jalan menuju persatuan.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .





