Memburu Saham Ritel AMRT, MIDI, MPPA Saat Daya Beli Naik Akibat BLT

by -335 Views

Pemerintah Mengalirkan Bantuan Langsung Tunai, Saham Ritel Melonjak

Pengumuman pemerintah tentang penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) tambahan untuk masyarakat dengan kategori desil 1 hingga desil 4 menjadi sentimen positif yang memicu kenaikan signifikan pada saham emiten peritel. Program BLT Kesra sebesar Rp900.000 akan berlangsung selama bulan Oktober hingga Desember 2025 dan diperkirakan mengalir ke 35,4 juta keluarga penerima manfaat dengan total nilai mencapai Rp30 triliun.

Pada lantai bursa, beberapa saham emiten peritel mencatatkan kinerja yang positif. Contohnya, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) melonjak 5,63% ke level Rp2.250. Dalam sebulan terakhir, saham AMRT telah meningkat sebesar 18,11%. Saham PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI) juga naik 4,72% ke posisi Rp444. Sedangkan saham PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) menguat 5% ke level Rp63 per saham.

Selain itu, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik tipis 0,4% ke posisi Rp1.270, sementara saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS) menguat 1,03% ke level Rp394. Saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) juga naik 1,92% ke posisi Rp424 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham emiten konsumer juga melaju kencang. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) ditutup naik 9,47% ke Rp2.080 per saham. PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Tbk. (ULTJ) naik 1,89% ke Rp1.350, sedangkan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 1,83% ke Rp2.270. Saham PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) menguat 3% ke level Rp515, dan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk. (CMRY) naik 1% ke posisi Rp5.050 per saham.

Analisis dari Para Ahli

Karinska Salsabila Priyatno, analis Mirae Asset Sekuritas, menjelaskan bahwa pemerintah tetap menggulirkan berbagai program bantuan sosial seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bantuan beras, dan BLT Desa untuk menjaga daya beli rumah tangga. Namun, rencana pemberian diskon tarif listrik sebesar 50% resmi dibatalkan, sehingga tidak ada tekanan disinflasi tambahan dari sisi administered prices.

“Hal ini menegaskan bahwa stimulus fiskal yang diberikan bersifat sangat terarah dan tidak masif, sehingga dampaknya terhadap inflasi diperkirakan terbatas,” ujarnya dalam riset, Selasa (21/10/2025).

Dengan inflasi inti yang masih tangguh dan ketidakpastian eksternal yang tinggi, Mirae Asset Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan di 5,50% sepanjang sisa tahun 2025 demi menjaga stabilitas rupiah.

Prospek Saham Emenit Ritel

Equity Analyst OCBC Sekuritas Jessica Leonardy dalam risetnya menilai saham emiten peritel seperti AMRT memiliki prospek yang kuat didukung sejumlah faktor. “Pelonggaran kebijakan moneter dan paket ekonomi pemerintah yang suportif mendorong belanja konsumen,” tulis Jessica dalam risetnya dikutip Bisnis pada Rabu (8/10/2025).

Selain itu, same store sale growth (SSSG) yang tangguh, ekspansi gerai yang berkelanjutan serta fundamental yang solid juga mendorong prospek saham emiten peritel seperti AMRT. Laba Alfamart atau AMRT misalnya masih naik 4,98% YoY menjadi Rp1,88 triliun pada semester I/2025, dibandingkan Rp1,79 triliun pada semester I/2024. Lalu, MAPI mencatatkan kenaikan laba 6,48% YoY menjadi Rp960,92 miliar pada semester I/2025, dibandingkan Rp899,33 miliar pada semester I/2024.

Hanya saja, ACES mencatatkan laba sebesar Rp292,86 miliar pada semester I/2025, turun 19,92% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp365,76 miliar.

OCBC Sekuritas sendiri merekomendasikan buy untuk AMRT dengan fair value mencapai Rp2.900 per lembar. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan pemerintah memberikan stimulus yang tujuannya mendongkrak daya beli. Selain itu, saham emiten peritel akan mendapatkan dorongan dari momen perayaan Natal dan tahun baru. Sektor-sektor ekonomi seperti ritel diperkirakan mendapat manfaat besar dari lonjakan belanja konsumen dan perjalanan liburan pada akhir tahun.

Dia merekomendasikan add untuk MAPI dengan target harga di level Rp1.440. Kemudian, ACES direkomendasikan accumulative buy dengan target harga di level Rp555 per lembar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. 1NEWS.ID tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

About Author: Sammy NW

Avatar of Sammy NW
Sammy NW adalah seorang jurnalis dan mediapreneur yang berdedikasi mengembangkan media digital yang berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.