Pembela Kapal Marinette: Dari Lautan ke Gaza, Kami Tak Akan Lupa Kalian

by -1029 Views

Perjuangan Kapal Marinette dalam Misi Global Sumud Flotilla

Kapal Marinette menjadi salah satu armada yang berjuang untuk menembus blokade Gaza. Dengan bendera Polandia, kapal ini merupakan bagian dari lima armada yang dibeli oleh Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dalam upaya keberhasilan misi pelayaran akbar Global Sumud Flotilla. Misi ini bertujuan untuk membawa bantuan logistik dan obat-obatan bagi masyarakat Palestina di Gaza yang telah menghadapi pengepungan selama 25 bulan.

Dari haluan Kapal Marinette, Omer Faruk Narli, seorang aktivis kemanusiaan asal Turki, berteriak lantang. Ia mengangkat tangan seperti akan mengumandangkan adzan, dengan janji untuk rakyat Palestina di Gaza. “Dari lautan untuk Gaza. Kami tidak akan pernah membiarkanmu dilupakan. Ini adalah suara kemanusiaan,” ujarnya.

Omer Faruk adalah salah satu dari enam aktivis kemanusiaan yang berada di Kapal Marinette. Kapal ini sempat tertinggal dari barisan konvoi armada Global Sumud Flotilla yang sedang berlayar menuju Gaza. Konvoi tersebut angkat jangkar serempak sejak 14 September dari dermaga-dermaga di Tunisia, Italia, dan Yunani. Pada Rabu (1/10/2025) siang, ketika 41 kapal-kapal kemanusian itu berada di titik R2 zona merah menuju R1, Kapal Marinette masih berada di kawasan R3.

Pada malam hari, saat 20 armada perang angkatan laut Zionis Israel mengepung konvoi kapal-kapal Global Sumud Flotilla di kawasan R2, Kapal Marinette masih berada di kawasan R3. Mesin kapal mulai mengalami masalah, tetapi kapal berbendera Polandia tersebut terus berusaha menyusul armada lainnya yang sudah diserang dan dibajak oleh tentara penjajahan Zionis Israel.

Sementara beberapa kapal berhasil menembus ke kawasan R1 zona merah, Kapal Marinette tetap melaju menuju Gaza. Sampai Kamis (2/10/2025) dini hari hingga pagi, armada tentara laut Zionis Israel mengejar sisa-sisa kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang berhasil menembus ke kawasan R1. Salah satu armada, Kapal Mikeno, berhasil lolos dari pengepungan Zionis Israel dan masuk ke perairan Gaza.

Namun, Shayatet-13, skuat khusus angkatan laut zionis, berhasil memburu Kapal Mikeno dan membajaknya. Para serdadu dengan senjata laras panjang menyandera delapan relawan dan aktivis dari tujuh negara. Nasib serupa dialami para relawan dan aktivis di atas kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang dibajak lainnya.

Kapal Marinette, yang membawa enam aktivis dan relawan dari empat negara, terus berlayar menuju Gaza. Cameron John Tribe, kapten relawan asal Australia, mengemudikan kapal tersebut. “Kami yakin kami adalah kapal terakhir yang masih bertahan. Tetapi kami memiliki beberapa masalah mesin setelah tadi malam kami lolos dari pengepungan tentara laut Zionis Israel dan terus melaju ke arah tujuan (Gaza). Dan kami tidak menyangka, setelah melaju sepanjang malam, kami dapat sampai di sini (R2), sementara kapal-kapal yang lainnya sudah disergap,” kata Cameron.

Perjuangan Kapal Marinette terhenti di kawasan R2 saat menuju ke zona R1. Dari tayangan live tracker Global Sumud Flotilla, Kapal Marinette dalam kondisi mati mesin sebelum Shayatet-13 dengan perahu karet militer mendatangi untuk membajak kapal tersebut. Pada Kamis (2/10/2025) pada pukul 08:29 waktu Laut Tengah, para serdadu Zionis Israel menaiki Kapal Marinette, membajak kapal tersebut, dan menyandera enam aktivis yang berada di dalamnya.

Sebelum ditangkap, Omer Faruk meneriakkan janji-janjinya sebagai aktivis yang belum bisa sampai ke Gaza karena disandera. “Tidak ada satupun yang bisa menghentikan kami untuk kalian yang ada di Gaza. Apapun risikonya, Palestina harus merdeka,” teriak Sinan. Di saluran komunikasi seluruh partisipan Global Sumud Flotilla, teriakan Omer Faruk itu dikenang sebagai teriakan Singa.

Seluruh dunia kini mendesak internasional mengakhiri kejahatan-kejahatan perang yang semakin menjadi-jadi dilakukan Zionis Israel. Dan mendesak Zionis Israel menghentikan genosida rakyat Palestina di Gaza, serta membebaskan dengan selamat seluruh relawan dan aktivis kemanusian Global Sumud Flotilla.

Steering Committee Global Sumud Flotilla melalui komunikasi seluruh partisipan menyampaikan bahwa tim hukum Adalah sudah berhasil menemui sedikitnya 331 relawan dan aktivis kemanusiaan yang diculik Zionis Israel. Tim Adalah, yang beranggotakan sedikitnya 72 pengacara dari banyak negara, akan memberikan pendampingan hukum terhadap seluruh pelayar Global Sumud Flotilla di hadapan otoritas Zionis Israel. Tim Adalah sempat ditolak oleh otoritas Zionis Israel menemui para sandera. Akan tetapi setelah sembilan jam dalam perdebatan, tim hukum tersebut mendapatkan akses untuk pendampingan.

Dari penjelasan tim Adalah, para relawan dan aktivis Global Sumud Flotilla yang diculik tentara zionis lalu dibawa ke Pelabuhan Ashdod, dalam kondisi terikat. Setelah diculik di perairan internasional, para peserta Global Sumud Flotilla dipaksa berlutut dengan kondisi tangan yang diikat kabel. Mereka dalam kondisi tersebut selama lebih dari lima jam.

Meskipun begitu, para peserta pelayaran tetap meneriakkan ‘Merdeka Palestina’. Menteri Keamanan Negara Penjajahan Zionis Israel Itamar Ben-Gvir diceritakan mendatangi para aktivis yang diculik tersebut dengan maksud menyampaikan penghinaan-penghinaan dan ungkapan-ungkapan rasisme. Beberapa relawan dan aktivis yang mengalami kelelahan dan tak tahan kantuk lalu tak sengaja tertidur, dibangunkan paksa dengan cara-cara yang kasar. Namun begitu para relawan Global Sumud Flotilla itu tetap melawan dengan jawaban-jawaban untuk Palestina dan Gaza.

Tim Adalah juga memastikan gugutannya terhadap Zionis Israel yang tak memiliki hak untuk melakukan pembajakan, peyerangan, dan penculikan terhadap relawan, aktivis, dan kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang melakukan pelayaran kemanusian di perairan internasional untuk membantu masyarakat Palestina di Gaza.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.