Pemkab Kuningan Tekankan ‘Dapur Bersih’ sebagai Kunci Sukses MBG: Juru Masak Wajib Bertanggung Jawab Moral

by -620 Views

Pendekatan Unik dan Tegas dalam Program MBG

Pemerintah Kabupaten Kuningan telah mengambil langkah yang unik dan tegas untuk memastikan keberhasilan Program Nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG). Fokus utama dari program ini tidak hanya pada kandungan gizi makanan, tetapi juga pada aspek-aspek penting yang sering kali terabaikan: kebersihan, keamanan, dan tanggung jawab moral di dapur sekolah.

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kuningan sekaligus Ketua Satgas MBG, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menyatakan bahwa program ini adalah “investasi masa depan yang dimulai dari dapur yang higienis.” Penegasan ini disampaikan dalam pembukaan dua pelatihan krusial yang digelar serentak pada Jumat, 10 Oktober 2025: Training Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS) dan Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi para juru masak dan penjamah pangan sekolah.

Standar Kebersihan sebagai Kewajiban Moral

Ketua Satgas MBG Kuningan menekankan bahwa makanan bergizi akan kehilangan maknanya jika proses pengolahannya tidak memenuhi standar kebersihan yang ketat. “Kegiatan ini bukan sekadar kewajiban administratif, tapi wujud tanggung jawab moral dan profesional kita,” ujar Wahyu. “Kita harus memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan kepada anak-anak Kuningan aman, sehat, dan diolah dengan sepenuh hati.”

Tujuan utama pelatihan ini jelas: memastikan makanan yang disantap anak-anak bukan hanya bernutrisi, tetapi juga bersih, layak, dan membawa berkah. Para peserta didorong untuk menjadi “agen perubahan” yang membawa budaya kebersihan dan disiplin ke lingkungan dapur sekolah masing-masing.

MBG: Investasi Ganda, Gerakkan Ekonomi Rakyat

Lebih jauh, Pj Sekda Kuningan menyoroti dampak Program MBG yang bersifat holistik. Menurutnya, MBG adalah program multi-manfaat yang tidak hanya menyehatkan generasi muda, tetapi juga menghidupkan perekonomian desa. “Program ini menggerakkan rantai ekonomi rakyat—dari petani, peternak, pelaku UMKM, hingga juru masak. Semua terlibat dan tumbuh bersama,” tegas Wahyu, menggambarkan MBG sebagai mesin penggerak kesejahteraan lokal.

Dukungan penuh datang dari Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi. Bupati menyebut langkah Pemkab ini sebagai komitmen bahwa, “Pemerintah tidak hanya memberi makan, tapi menanam harapan.” Bupati Kuningan menambahkan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan gizi seimbang adalah investasi masa depan yang sejalan dengan visi Kuningan “MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh).”

Pelatihan dan Sertifikasi Keamanan Pangan

Pelatihan dan sertifikasi keamanan pangan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Kuningan menempatkan keamanan pangan sebagai prioritas tertinggi. “Memberi makan dengan cara yang bersih dan bergizi berarti menanam harapan bagi masa depan Kuningan yang kuat, cerdas, dan tangguh,” pungkasnya.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.