Upaya Pemkab Jembrana dalam Mengurangi Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana bersama dengan berbagai instansi terkait sedang gencar melakukan upaya untuk meminimalisasi kasus yang melibatkan perempuan dan anak (PPA). Hal ini dilakukan karena beberapa waktu terakhir, tercatat adanya peningkatan jumlah kasus PPA di wilayah tersebut. Terutama, masih didominasi oleh tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).
Salah satu program yang saat ini tengah digencarkan adalah pelaksanaan Jumat Sehati, yang merupakan singkatan dari Semangat, Harmoni, dan Edukatif. Program ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi serta pemahaman kepada siswa agar bisa mencegah terjadinya kasus kekerasan kembali.
Berdasarkan data yang diperoleh, hingga Oktober 2025, total kasus PPA yang tercatat sebanyak 32 kasus. Dari jumlah tersebut, sebagian besar adalah kasus kekerasan seksual sebanyak 12 kasus, disusul oleh 7 kasus kekerasan fisik, 4 kasus kriminal, dan 2 kasus penelantaran anak. Selain itu, ada juga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang turut menjadi perhatian serius.
Menurut informasi yang diberikan oleh Kepala Dinas PPPA-PPKB Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ni Made Candrawati, jumlah kasus tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dan instansi seperti Polres Jembrana untuk melakukan pencegahan serta penanganan kasus PPA di Gumi Makepung.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mengintensifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Dalam hal ini, pihaknya melibatkan gabungan organisasi wanita (GOW) serta organisasi lainnya. Harapannya, langkah ini dapat membantu menekan dan meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kami saat ini sedang menggelar program Jumat Sehati atau sosialisasi ke sekolah-sekolah bersinergi dengan Polres Jembrana, FAD, dan lainnya sebagai upaya memberikan pemahaman. Kami minta seluruh siswa agar menganggap teman itu sebagai keluarga sendiri atau saling menyayangi dan menghargai,” ujar Ni Made Candrawati.
Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan guna memberikan kesadaran kepada siswa. Karena, salah paham antar siswa sering kali bisa memicu terjadinya kekerasan bahkan berujung pada perundungan antar siswa di sekolah.
Strategi Pencegahan yang Dilakukan
Beberapa strategi yang diterapkan dalam pencegahan kasus PPA antara lain:
- Sosialisasi secara berkala di sekolah-sekolah
- Kolaborasi dengan berbagai instansi seperti Polres Jembrana dan organisasi wanita
- Memberikan pemahaman tentang pentingnya saling menghargai dan menyayangi sesama
Dengan program-program ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak di Jembrana. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .







