Politikus PDIP Sebut Fenomena Kepala BGN, Dihujat Ahli Serangga di Media Sosial

by -838 Views

Kritik Terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Media Sosial

Sejumlah kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul secara masif di media sosial. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, menyampaikan kekhawatirannya terhadap penyebaran informasi yang tidak akurat dan berpotensi merusak citra program tersebut.

Charles menyoroti bahwa banyaknya konten negatif di media sosial saat ini dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap MBG. Menurutnya, Badan Gizi Nasional (BGN) perlu segera meningkatkan kinerjanya agar tidak terjadi lagi kasus keracunan atau ketidakpercayaan publik terhadap program ini.

Dalam rapat dengan Kepala BGN Dadan Hindayana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Charles mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi. Ia mengatakan, “Kita semua memiliki media sosial, dan jika kita membuka media sosial hari ini, banyak sekali konten-konten yang berseliweran, termasuk ajakan untuk menolak MBG. Ini sangat menyedihkan karena kita ingin program ini berhasil.”

Ia juga khawatir bahwa jika isu-isu negatif ini dibiarkan tanpa respons yang tepat, masyarakat bisa menjadi takut untuk memberikan anak mereka mengonsumsi MBG. “Jika ini dibiarkan, maka tanpa adanya kampanye negatif pun masyarakat bisa saja takut,” ujarnya.

Charles memberi contoh beberapa konten yang viral di media sosial. Salah satunya adalah pertanyaan tentang latar belakang Dadan sebagai Kepala BGN yang dikenal sebagai ahli serangga. Dari data Pendidikan Tinggi (Dikti), diketahui bahwa Dadan adalah dosen Program Studi Pascasarjana Entomologi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Entomologi adalah ilmu yang mempelajari serangga dan kehidupannya.

Menurut Charles, konten-konten tersebut sering kali diubah menjadi lelucon. Misalnya, MBG yang seharusnya berarti “makan bergizi gratis” kini disalahpahami sebagai “makan beracun gratis”, “makan belatung gratis”, atau bahkan “makanan berbahaya”. Hal ini memperkuat kesan negatif terhadap program tersebut.

“Sering kali, foto-foto Dadan beredar di media sosial dengan teks seperti ‘Kepala BGN ahli serangga, jadi bisa ada belatung di nasi MBG’. Ini lucu-lucu, tapi bisa berdampak buruk pada citra program,” tambah Charles.

Ia mengaku sedih melihat situasi ini, karena MBG sebenarnya adalah program yang dirancang untuk membantu masyarakat. “Tapi ini sangat menyedihkan. Saya sedih melihat ini. Jadi harus ada hal besar yang diubah. Harus ada langkah-langkah besar yang dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap program MBG ini.”

Charles menegaskan bahwa kepercayaan publik sangat penting dalam menjalankan program ini. Ia berharap pihak terkait dapat segera mengambil tindakan untuk memperbaiki situasi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap MBG.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.