Langkah Gibran Dua Periode dengan Prabowo Dinilai Sulit: Terkendala Politik dan Sejarah

by -868 Views

Pernyataan Jokowi yang Mengarahkan Relawan untuk Mendukung Prabowo-Gibran Dua Periode Memicu Perdebatan Politik

Pernyataan mantan Presiden Joko Widodo yang meminta relawannya untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam dua periode kembali menghadirkan perbincangan hangat di ruang publik. Seruan ini tidak hanya menarik perhatian dari pendukung setia, tetapi juga memicu berbagai pertanyaan tentang kelayakan dan konstitusionalitasnya.

Salah satu tokoh yang memberikan kritik terhadap hal ini adalah Agung Baskoro, seorang pengamat politik dari Trias Politika. Ia menyatakan bahwa meskipun dukungan dari Jokowi memiliki pengaruh besar, peluang Gibran untuk kembali menjadi calon wakil presiden pada Pilpres 2029 sangat kecil bahkan nyaris mustahil. Ada dua faktor utama yang menjadi penghalang, yaitu ekosistem politik dan sejarah.

Agung menjelaskan bahwa sistem politik Indonesia saat ini sudah tidak lagi menggunakan presidential threshold. Presidential threshold adalah ambang batas suara yang harus dicapai oleh partai politik agar bisa mengajukan calon presiden. Kini, semua partai memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dalam koalisi dalam ajang Pilpres. Hal ini akan memengaruhi peluang Gibran untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2029.

“Sayangnya, hal semacam itu (Gibran kembali mendampingi Prabowo) tidak mudah. Karena kita tahu ada ekosistem politik di mana presidential threshold sudah dihapuskan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti faktor sejarah. Menurutnya, selama ini tidak pernah ada presiden dan wakil presiden di Indonesia yang berpasangan selama dua periode berturut-turut. Biasanya, presiden akan berpasangan dengan wakil presiden yang berbeda ketika kembali memimpin di periode selanjutnya.

“Di saat yang sama kita tahu juga bahwa memang sejarah politik kita belum ada wakil presiden untuk kedua kalinya diajak oleh presiden yang sama, presidennya selalu saja berubah,” jelas Agung.

Ia juga merujuk pada sejarah pemerintahan sebelumnya, seperti Soekarno dengan Muhammad Hatta, Suharto dengan Adam Malik hingga Habibie, Gus Dur dengan Megawati, SBY dengan Jusuf Kalla dan Boediono, serta Jokowi dengan Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin. Semua presiden memiliki wakil presiden yang berbeda di periode berikutnya.

Agung mengatakan bahwa ia masih belum tahu apakah Prabowo akan mengikuti sejarah atau memilih berpasangan dengan Gibran di Pilpres 2029 nanti. “Nah, Pak Prabowo ini bagaimana gitu? Apakah mengikuti perjalanan sejarah yang sudah tertuang, bahwa belum ada wakil presiden yang mendampingi untuk periode kedua dengan orang yang sama, atau memang beliau ya tetap seperti ini ya dengan Mas Gibran misalkan,” tambahnya.

Arahan Jokowi untuk Relawan yang Mendukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Setelah lengser dari jabatan sebagai Presiden RI, arah politik Jokowi mulai terlihat jelas. Teranyar, Jokowi memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, tak hanya satu periode, melainkan dua periode.

Jokowi sudah lama memberikan arahan kepada relawannya untuk mendukung Prabowo-Gibran. “Sejak awal saya sampaikan seluruh relawan untuk itu. Ya memang sejak awal saya perintahkan seperti itu. Untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jumat (19/9/2025).

Tanggapan Titiek Soeharto terhadap Seruan Jokowi

Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Politikus Partai Gerindra, Titiek Soeharto, buka suara terkait pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang meminta relawan untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka selama dua periode.

Titiek menilai, saat ini belum tepat untuk membicarakan Pilpres 2029, mengingat pemerintahan Prabowo-Gibran baru berjalan satu tahun. “Ah itu nanti saja, selesai dulu. Ini baru setahun, selesai 5 tahun dulu,” kata Titiek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Ia meminta masyarakat memberi kesempatan penuh kepada pemerintahan saat ini untuk membuktikan komitmennya dalam mensejahterakan rakyat. “Kita buktikan bahwa Pak Prabowo bisa mensejahterakan bangsa ini,” ujarnya.

Lagipula, kata putri Soeharto ini, Presiden Prabowo saat ini kemungkinan besar belum memikirkan jauh ke depan terkait masa depan politiknya setelah periode pertama. “Bapak juga belum memikirkan kali ya 5 tahun berikutnya,” ucap Titiek.

Projo Ungkap Arahan Jokowi soal Prabowo-Gibran 2 Periode

Sebelumnya, salah satu relawan Jokowi yakni Ketua Umum Relawan Projo, Freddy Alex Damanik mengaku telah mendapat ‘titah’ dari Jokowi untuk memberikan dukungan kepada duet Prabowo – Gibran dua periode.

Projo atau Pro Jokowi merupakan organisasi relawan yang dibentuk untuk mendukung Jokowi selama kampanye presidennya, khususnya pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014 dan 2019. Projo sendiri didirikan pada 23 Desember 2013 oleh kader PDIP dan aktivis mahasiswa 1998, seperti Budi Arie Setiadi, Gunawan Wirosaroyo, dan Suryo Sumpeno.

Menurut Freddy, dukungan relawan Jokowi untuk pasangan Prabowo – Gibran dua periode itu malah sudah dilakukan sejak Pilpres 2024 demi mewujudkan visi kampanye mereka berupa keberlanjutan. Bahkan, Freddy menyebut bahwa Prabowo adalah pelanjut atau penerus Jokowi untuk memimpin Indonesia.

“Inilah komitmen untuk menjaga kesinambungan pemerintahan agar program pembangunan berjalan lancar. Salah satu tema kampanye waktu itu adalah keberlanjutan,” ujar Freddy, Minggu (21/9/2025).

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.