Prabowo Ingatkan Pemimpin TNI: Kompetensi Harus Diutamakan

by -709 Views

Pemimpin TNI Harus Menjadi Teladan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan peringatan kepada para pimpinan TNI agar selalu menjadi contoh dan menunjukkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi pemimpin yang tidak kompeten atau tidak memahami tanggung jawabnya di lingkungan TNI.

“Saya atas nama negara, bangsa, dan rakyat mengingatkan, semua unsur pimpinan TNI dari setiap eselon, dari setiap tingkatan harus selalu membina diri dan harus selalu memberi contoh,” ujar Prabowo saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025).

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan di TNI harus berupa keteladanan, seperti kata “ing ngarso sung tulodo”, yang artinya memberi contoh di depan. “Tidak ada tempat untuk pemimpin-pemimpin yang tidak kompeten, yang tidak profesional, yang tidak mengerti tugasnya,” tegasnya.

Prabowo menyatakan bahwa TNI saat ini memerlukan kepemimpinan terbaik agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan teknologi. Oleh karena itu, ia memerintahkan Panglima TNI dan para kepala staf untuk terus menilai kualitas para pemimpin di setiap level satuan.

“Panglima TNI dan kepala staf terus-menerus saya perintahkan menilai pemimpin-pemimpin yang ada di TNI,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, setiap prajurit berhak mendapatkan pemimpin yang mampu menjadi panutan dan menjalankan tugas secara profesional. “Prajurit kita berhak dan menuntut kepemimpinan yang terbaik,” ujarnya.

Tema Peringatan HUT ke-80 TNI

Dalam peringatan HUT ke-80 TNI, tema yang diangkat adalah “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju”. Tema “TNI Prima” mencerminkan visi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto agar institusi pertahanan ini senantiasa profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.

Sementara itu, “TNI Rakyat” merujuk pada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara profesional, sekaligus tentara nasional. Adapun “Indonesia Maju” berarti TNI tidak hanya memperkuat kemampuan tempur, tetapi juga mendukung program nasional melalui operasi militer selain perang (OMSP).

Keterlibatan Personel dan Alutsista

Dalam puncak peringatan HUT ke-80 TNI, sebanyak 133.000 personel TNI akan terlibat dalam acara yang digelar di Monas. Selain itu, 1.047 alat utama sistem senjata (alutsista) juga akan diturunkan untuk parade, defile, dan demonstrasi keterampilan prajurit dari matra darat, laut, dan udara.

Acara ini merupakan momen penting untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Dengan tema yang diangkat, TNI menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang dan menjadi bagian integral dalam pembangunan bangsa.

Kepemimpinan yang Profesional

Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan di TNI harus menjadi teladan. Ia memastikan bahwa setiap pimpinan TNI mampu memberikan contoh yang baik, serta memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas TNI sebagai institusi pertahanan yang tangguh dan modern.

Dengan adanya penilaian berkala terhadap pemimpin di setiap level satuan, TNI berupaya memastikan bahwa setiap prajurit mendapat bimbingan dan arahan yang tepat. Dengan demikian, TNI dapat menjalankan tugasnya dengan optimal dan sesuai dengan harapan rakyat Indonesia.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.