Puan Tidak Dukung Moratorium, Tunggu Evaluasi BGN Pasca Keracunan Massal

by -881 Views

Puan Maharani Minta Publik Beri Kesempatan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, mengimbau masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mendukung wacana moratorium atau penghentian sementara program tersebut, meskipun sejumlah daerah melaporkan kasus keracunan massal akibat pelaksanaannya.

Puan menyampaikan pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (2/10). Menurutnya, penting bagi BGN untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi menyeluruh agar bisa memahami kelemahan dan risiko yang muncul. Dengan begitu, langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

“Kita beri kesempatan dulu untuk evaluasi ini bisa berjalan,” ujar Puan. Ia menekankan bahwa saat ini BGN sedang melakukan proses evaluasi terkait penyelenggaraan MBG. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk menantikan hasil evaluasi tersebut sebelum menarik kesimpulan.

“Kita lihat dulu evaluasi total, kemudian bagaimana nanti di lapangan, mana saja yang harus kita perbaiki, mana saja yang harus kita evaluasi, kan sekarang baru akan dilakukan, jadi apa saja yang akan dilakukan,” tambahnya.

Selain itu, Puan juga menyebutkan bahwa saat ini pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait MBG. Tujuannya adalah untuk menjadi acuan dalam menjalankan program tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan. Perpres ini juga akan melibatkan Kementerian/Lembaga terkait agar bisa berpartisipasi dalam pengawasan dan pelaksanaan program.

“Bahkan juga akan turun Perpres untuk melibatkan Kementerian/Lembaga terkait untuk ikut bisa berpartisipasi, sehingga tidak terjadi hal yang kemudian kemarin terjadi seperti keracunan dan lain sebagainya,” kata Puan.

Sebagai anggota DPR, Puan juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa rapat di komisi terkait terkait kasus keracunan massal akibat MBG. Hal ini dilakukan untuk memastikan adanya tindakan yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Penyebab Keracunan Massal di Program MBG

Desakan untuk menghentikan sementara program MBG muncul setelah terjadi lonjakan kasus keracungan dalam dua bulan terakhir. Data dari BGN mencatat hingga 30 September 2025, terdapat 6.457 orang yang terkena dampak keracunan akibat MBG secara nasional.

Menurut Kementerian Kesehatan, ada delapan jenis bakteri yang diketahui menjadi penyebab keracunan tersebut. Delapan bakteri tersebut antara lain:

  • Salmonella
  • Escherichia coli
  • Bacillus cereus
  • Staphylococcus aureus
  • Clostridium perfringens
  • Listeria monocytogenes
  • Campylobacter jejuni
  • Shigella

Selain bakteri, ditemukan pula dua virus yang berkontribusi terhadap kasus keracunan. Kedua virus tersebut adalah:

  • Norovirus atau Rotavirus
  • Hepatitis A virus

Adanya penemuan bakteri dan virus tersebut menunjukkan bahwa masalah yang terjadi tidak hanya terbatas pada satu faktor, tetapi melibatkan berbagai aspek dalam proses penyediaan dan distribusi makanan di program MBG.

Dengan adanya evaluasi yang dilakukan oleh BGN serta upaya pemerintah dalam menyiapkan regulasi yang lebih ketat, diharapkan program MBG dapat berjalan dengan lebih baik dan aman di masa depan.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.