Profil Suganto Gunawan dan Perjalanan CBRE di Pasar Modal Indonesia
Nama Suganto Gunawan belakangan menjadi sorotan dalam dunia pasar modal Indonesia. Ia dikenal sebagai pengendali utama dari PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE), sebuah emiten energi yang sahamnya mengalami lonjakan spektakuler dalam beberapa bulan terakhir. Peran Suganto Gunawan dalam memimpin CBRE menarik perhatian publik, baik investor maupun masyarakat luas. Artikel ini akan membahas profil lengkap Suganto Gunawan, perjalanan CBRE di Bursa Efek Indonesia (BEI), serta dinamika saham yang mencuri perhatian ribuan investor ritel.
Lonjakan Spektakuler Saham CBRE
Harga saham CBRE mengalami kenaikan luar biasa sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data BEI, pada awal tahun harga saham ini masih berada di kisaran Rp19 per lembar. Namun, pada penutupan Jumat, 12 September 2025, harga saham CBRE sudah menyentuh Rp620 per lembar. Lonjakan ini dimulai pada Mei 2025 ketika harga saham CBRE naik ke Rp30 per lembar. Tren positif terus berlanjut hingga Juni, saat harga saham mencapai Rp103 per lembar. Meskipun sempat disuspensi oleh BEI pada 11 Agustus 2025 karena kenaikan yang dianggap tidak wajar, saham CBRE tetap melanjutkan tren kenaikannya.
Pada awal September 2025, CBRE kembali mencatat kenaikan signifikan. Dari Rp212 per lembar pada 1 September, harga sahamnya melesat ke Rp452 pada 8 September, lalu menembus Rp620 pada 12 September. Dalam hitungan sembilan bulan, saham CBRE melonjak lebih dari 3.100 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, dan membuat CBRE menjadi salah satu saham paling diminati di pasar modal Indonesia.
Sentimen Pasar dan Akuisisi Kapal Raksasa
Lonjakan harga saham CBRE tidak hanya dipicu oleh minat investor, tetapi juga oleh sentimen pasar terhadap langkah strategis CBRE. Salah satu pemicu utama adalah akuisisi kapal raksasa dari Hilong Shipping Holding Limited, perusahaan jasa migas yang menyediakan layanan dan peralatan pengeboran minyak. Kapal yang dibeli CBRE memiliki ukuran panjang 161,93 meter, lebar 46 meter, dengan kedalaman 13,50 meter. Kapal ini mampu mengangkat anjungan minyak lepas pantai dan mendukung proyek pemasangan pipa bawah laut.
Langkah ini menunjukkan ambisi CBRE untuk menggarap proyek berskala besar, terutama di sektor lepas pantai dan pasar internasional. Strategi ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri energi. Dengan adanya kapal tersebut, CBRE diharapkan bisa memperluas cakupan operasinya dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Siapa Sosok Suganto Gunawan?
Nama Suganto Gunawan menjadi sorotan karena ia adalah pengendali utama CBRE. Berdasarkan laporan BEI, kepemilikan mayoritas saham CBRE dipegang oleh PT Omudas Investment Holdco dengan porsi 61,13 persen atau setara 2,77 miliar saham. Suganto Gunawan tercatat sebagai pemilik PT Omudas Investment sekaligus Komisaris Utama CBRE. Kehadirannya sebagai pemegang saham pengendali sekaligus pimpinan dewan komisaris menunjukkan perannya yang dominan dalam mengarahkan strategi perusahaan.
Selain Suganto Gunawan, jajaran komisaris CBRE juga diisi oleh tokoh senior politik nasional, H. R. Agung Laksono, yang pernah menjabat sebagai menteri di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keberadaan tokoh-tokoh seperti ini memberikan stabilitas dan kredibilitas bagi CBRE di pasar modal.
Daftar Pemegang Saham CBRE
Berdasarkan data per 31 Agustus 2025, struktur kepemilikan saham CBRE adalah sebagai berikut:
- PT Omudas Investment Holdco: 61,13% (2,77 miliar saham)
- PT Republik Capital Indonesia: 11,3% (513 juta saham)
- Bes Trust Pte Ltd: 7,54% (342 juta saham)
- Publik (non-warkat): 20,03% (909 juta saham)
Suganto Gunawan, melalui PT Omudas Investment, menjadi Ultimate Beneficial Owner (UBO) atau penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham CBRE. Meski ia juga memiliki saham langsung di CBRE, jumlahnya relatif kecil dibandingkan kepemilikan melalui Omudas.
Sejarah CBRE di Bursa Efek Indonesia
CBRE mencatatkan sahamnya di BEI pada 2023 dengan melepas 738 juta saham melalui penawaran umum perdana (IPO) di harga Rp108 per saham. Dari IPO ini, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp79,7 miliar. Sepanjang paruh pertama 2025, harga saham CBRE relatif stabil di kisaran Rp20–Rp60 per lembar. Tren kenaikan mulai terasa pada akhir Juli dan terus menanjak hingga September, menembus level Rp500 per lembar sebelum mencapai puncaknya di atas Rp1.500 pada awal Oktober.
Pada Selasa, 7 Oktober 2025, saham CBRE kembali menjadi pusat perhatian dengan mencatat kenaikan harian hingga batas Auto Reject Atas (ARA), ditutup di level Rp1.565 per lembar, atau melonjak 130 persen dalam dua minggu. Nilai transaksi hari itu mencapai Rp113 miliar, mencerminkan tingginya minat investor.
Lonjakan saham CBRE yang mencatat kenaikan hingga ribuan persen tidak bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan dan strategi bisnis Suganto Gunawan. Sebagai pengendali utama melalui PT Omudas Investment dan Komisaris Utama CBRE, ia berperan penting dalam mendorong ekspansi perusahaan ke sektor energi yang lebih luas. Meski demikian, para investor tetap disarankan berhati-hati dan memperhatikan risiko yang ada. Reli harga saham yang tinggi sering kali membawa volatilitas besar di kemudian hari.
📲 Ikuti terus berita kami di Google News .







