Tim Bahlil Tiba di Kilang Dumai untuk Periksa Kebakaran

by -1080 Views

Tim Pemerintah dan Pertamina Menangani Kebakaran Kilang Dumai

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim untuk mengecek insiden kebakaran yang terjadi di Kilang Pertamina Refinery Unit Dumai, Riau. Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu malam, 1 Oktober 2025. Saat diwawancarai di Kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta Selatan, Kamis, 2 Oktober 2025, Bahlil menyatakan bahwa timnya belum kembali dari lokasi kejadian.

“Ya, kilang terbakar. Silakan tanyakan dulu kepada Pertamina, karena tim saya belum pulang dari lokasi,” ujar Bahlil.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman memastikan bahwa kebakaran ini murni merupakan insiden. Ia menyampaikan bahwa tim dari Kementerian ESDM sudah turun langsung ke lokasi hari ini untuk mengetahui penyebab kebakaran tersebut. “Hari ini kami telah mengirimkan tim untuk melihat apa penyebabnya, setelah itu akan kami sampaikan,” kata Laode. Ia juga menegaskan bahwa proses produksi di Kilang Pertamina RU Dumai tetap berjalan normal.

Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility RU Dumai Agustiawan menjelaskan bahwa tim pemadam kebakaran internal perusahaan langsung menangani insiden tersebut. Ia menekankan bahwa tim pemadam bekerja cepat dalam memadamkan api dan mengisolasi area agar tidak meluas ke wilayah lain.

Agustiawan masih belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena tim Pertamina masih fokus pada penanganan di lapangan. “Kami mohon maaf atas gangguan yang terjadi. Kami mohon doa dari masyarakat agar kejadian ini dapat segera kami tangani dengan baik,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Kebakaran di Kilang Dumai bukanlah kejadian pertama kali. Sebelumnya, pada 1 April 2023 pukul 22.40 waktu setempat, kilang tersebut pernah mengalami ledakan yang melukai sembilan pekerja di ruang operator. Mereka terkena pecahan kaca. Situs web resmi Pertamina menyebutkan bahwa Kilang Pertamina RU Dumai menghasilkan produk BBM dan non-BBM yang berasal dari kilang Putri Tujuh Dumai-Sungai Pakning.

Kilang Pertamina RU Dumai telah beroperasi sejak tahun 1971. Menurut Pertamina, sejak saat itu kilang minyak Putri Tujuh Dumai dan Sungai Pakning telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan daerah, khususnya kota Dumai dan sekitarnya. Pertamina juga menyatakan bahwa kilang ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional.

Kilang Dumai merupakan kilang pengolahan minyak terbesar ketiga di Indonesia dengan tingkat kompleksitas/NCI 7.5. Kapasitas total kilang ini mencapai 170 ribu barel minyak per hari. Produk yang dihasilkan antara lain aviation turbine fuel atau bahan bakar pesawat terbang, minyak bakar, minyak diesel, minyak solar, dan minyak tanah. Selain itu, terdapat produk non-BBM seperti solvent, green coke, dan liquid petroleum gas (LPG).

Beberapa kontributor seperti Nandito Putra dan Moh. Khory Alfarizi turut berpartisipasi dalam penulisan artikel ini.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.