Wagub Aceh Fadhlullah Pantau Budidaya Nilam di Lhoong, Dorong Hilirisasi dan Stabilisasi Harga Minyak

by -1070 Views

Kunjungan Wagub Aceh ke Kebun Nilam, Fokus pada Stabilitas Harga dan Pengembangan Produk

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan kunjungan langsung ke lokasi budidaya dan produksi minyak nilam di Gampong Umong Seuribee, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar, pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka touring sepeda motor bersama Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan perbankan di Aceh.

Rombongan berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 07.30 WIB dan menempuh perjalanan selama tiga jam menuju Puncak Gunung Gurutee. Di tengah perjalanan, Wagub Fadhlullah menyempatkan diri berhenti di kebun nilam milik Kelompok Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (Nilas), yang merupakan binaan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Minyak Nilam Aceh sebagai Bahan Baku Parfum Dunia

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Koperasi Nilas, Faisal, menjelaskan bahwa kelompoknya mengelola lahan budidaya nilam seluas 20 hektare. Hasil produksi mencapai 100–150 kilogram minyak nilam per hektare. Minyak nilam dari Aceh ini dijual ke PT U Green di Banda Aceh, kemudian diekspor ke Prancis untuk bahan baku parfum merek Chanel.

Faisal juga mengungkapkan bahwa biaya produksi per hektare mencapai Rp40–50 juta, sementara harga jual minyak nilam terus berfluktuasi di kisaran Rp700 ribu hingga Rp2 juta per kilogram. Saat harga turun ke Rp700 ribu, petani nyaris tidak memperoleh keuntungan setelah menanam dan merawat tanaman selama enam bulan. Ia berharap pemerintah dapat menetapkan harga jual minimal Rp1 juta per kilogram agar petani tidak merugi.

Pemerintah Aceh Siap Perjuangkan Harga Stabil

Menanggapi hal tersebut, Wagub Aceh Fadhlullah menegaskan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memperjuangkan standar harga minyak nilam Aceh. Ia menekankan bahwa salah satu nilam terbaik di dunia berasal dari Aceh. “Kami akan mencari solusi agar petani tidak dirugikan, terutama saat harga turun,” ujarnya.

Fadhlullah juga menyampaikan bahwa keberadaan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang digagas Presiden Prabowo Subianto nantinya dapat menjadi solusi konkret dalam menampung hasil pertanian, termasuk minyak nilam, dengan standar harga yang seragam di seluruh Indonesia.

Akses Modal untuk Petani Nilam

Selain meninjau proses pengeringan daun hingga penyulingan minyak nilam, Fadhlullah juga menawarkan dukungan akses pembiayaan bagi para petani. Ia menyatakan bahwa hari ini ia datang bersama pimpinan Bank Aceh dan BSI, dua lembaga keuangan yang siap mempermudah pembiayaan bagi petani yang membutuhkan modal.

Dorong Hilirisasi Produk Nilam

Fadhlullah menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah minyak nilam Aceh. “Dulu kita hanya menjual daunnya, sekarang sudah bisa memproduksi minyak. Ke depan, kita ingin Aceh mampu mengolah minyak nilam menjadi parfum dan produk turunan lainnya,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Aceh dalam memberdayakan petani nilam, memperkuat ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan, dan mendorong Aceh menjadi pusat produksi minyak nilam berkualitas dunia. Dengan langkah-langkah strategis seperti stabilisasi harga, akses modal, dan hilirisasi, Aceh berupaya memperkuat posisi ekonomi daerah melalui potensi pertanian yang dimiliki.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.