Hujan Es dan Angin Kencang Guyur Sukabumi, 13 Orang Mengungsi

by -496 Views

Hujan Es dan Angin Kencang Mengakibatkan Kerusakan di Sukabumi

Hujan es disertai angin kencang kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Jampangtengah, tepatnya di Desa Sindangresmi dan Desa Jampangtengah, sekira pukul 14.00 WIB, Selasa (7/10/2025). Peristiwa ini menyebabkan berbagai kerusakan yang memengaruhi masyarakat setempat.

Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa hujan deras disertai es dan angin kencang pada pukul 14:00 WIB di dua desa tersebut mengakibatkan pohon tumbang dan merusak rumah tinggal, fasilitas serta prasarana, serta menutup akses ruas jalan kabupaten dan provinsi di beberapa titik.

Menurut Daeng, total terdapat 65 rumah yang mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 64 rumah berada di Desa Sindangresmi dan satu rumah di Desa Jampangtengah. Selain itu, pohon tumbang juga menutupi jalan kabupaten di empat titik di Desa Sindangresmi dan dua titik ruas jalan provinsi.

Di Desa Sindangresmi, angin kencang juga merusak satu bangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Fasilitas dan sarana prasarana yang rusak mencakup 9 unit, antara lain:

  • Dapur MBG: 1 unit
  • Penggilingan padi: 1 unit
  • Warung: 2 unit
  • Kandang ayam: 5 unit

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Daeng menyebutkan, sebanyak 3 KK dengan total 13 jiwa mengungsi ke rumah saudaranya. Sebagian dari rumah yang rusak telah diperbaiki secara mandiri oleh warga.

Selain itu, pohon tumbang yang menutupi jalan telah berhasil dievakuasi oleh PU Provinsi, unsur Forkopimcam Jampangtengah, Pemdes, dan warga sekitar. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat untuk memastikan akses jalan kembali lancar.

Peristiwa hujan es dan angin kencang ini menjadi peringatan bagi masyarakat setempat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. BPBD Kabupaten Sukabumi terus memantau situasi dan memberikan informasi kepada masyarakat agar dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.


📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.