Kementerian PU Mulai Pemetaan Gedung Pesantren Rusak

by -789 Views

Evaluasi Kondisi Bangunan Pesantren Pasca-Kecelakaan di Sidoarjo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan pemetaan terhadap gedung-gedung pesantren yang rusak. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh setelah terjadinya kejadian ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menteri PUPR, Dody Hanggono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim sejak Senin kemarin untuk bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag). Tim tersebut langsung bergerak ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi bangunan pesantren.

“Tim sedang mulai bekerja, sudah bergerak sejak Senin,” ujar Dody saat diwawancara di Istana Kepresidenan, Selasa (8/10/2025).

Menurutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap seluruh bangunan pesantren di Indonesia. Namun, Pulau Jawa dan Sumatera menjadi prioritas utama karena jumlah pesantren di wilayah tersebut paling banyak.

“Jumlah pesantren terbanyak ada di Pulau Jawa. Juga beberapa di Sumatera, sekitar 40 ribu,” jelasnya.

Dody juga menekankan bahwa fokus utama evaluasi adalah bangunan bertingkat. Hal ini dikarenakan bangunan seperti ini memiliki risiko yang lebih besar jika tidak memenuhi standar keamanan.

“Bangunan-bangunan yang memiliki dua lantai, tiga lantai, hingga lima lantai akan menjadi perhatian khusus,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan instruksi langsung untuk pendataan dan pengecekan konstruksi seluruh pondok pesantren (ponpes) di Indonesia. Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan bahwa Presiden terus memantau perkembangan penanganan di lokasi tragedi di Ponpes Al Khoziny.

Presiden juga memerintahkan para menteri dan kepala daerah untuk memastikan seluruh proses evakuasi serta penanganan korban berjalan secara maksimal.

“Sudah, beliau terus memonitor perkembangan, sehingga kemudian memerintahkan kepada para menteri terkait dan gubernur serta wakil gubernur untuk memberikan perhatian lebih,” ungkap Prasetyo.

Langkah-Langkah yang Dilakukan oleh Pemerintah

Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani situasi ini:

  • Pemetaan dan Evaluasi: Tim dari Kementerian PUPR dan Kemenag melakukan survei langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi bangunan pesantren.
  • Prioritas Wilayah: Pulau Jawa dan Sumatera menjadi fokus utama karena jumlah pesantren terbanyak di sana.
  • Penekanan pada Bangunan Bertingkat: Pemerintah menyoroti bangunan bertingkat karena potensi risikonya lebih tinggi.
  • Pemantauan oleh Presiden: Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa seluruh proses penanganan di lokasi kejadian berjalan dengan baik.

Tindakan Lanjutan yang Diharapkan

Selain itu, pemerintah juga berharap agar seluruh pihak terkait dapat bekerja sama dalam upaya memperbaiki kondisi bangunan pesantren. Beberapa hal yang diharapkan antara lain:

  • Perbaikan Struktur Bangunan: Memastikan bahwa semua bangunan pesantren memenuhi standar keamanan dan kelayakan.
  • Peningkatan Kesadaran: Memberikan edukasi kepada pengelola pesantren tentang pentingnya pemeliharaan dan pengecekan rutin.
  • Kolaborasi Lintas Departemen: Melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk menciptakan solusi yang lebih efektif.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali dan seluruh pesantren di Indonesia dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi santri dan pengurusnya.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.