MotoGP Mandalika Berdampak Rp 4,8 T, Isnanta: Kembangnya Industri Olahraga Indonesia

by -964 Views

MotoGP Mandalika Berdampak Ekonomi Besar, Kemenpora Sebut Industri Olahraga Indonesia Berkembang Pesat

Gelaran MotoGP Mandalika 2025 yang diselenggarakan pada 3–5 Oktober di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya menjadi ajang balap kelas dunia, tetapi juga menjadi momentum penting bagi pengembangan sport tourism di Indonesia. Dengan kontrak penyelenggaraan hingga tahun 2031, acara ini memberikan peluang besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan bahwa MotoGP Mandalika adalah bagian dari legacy Indonesia di panggung global. Ia menyebut bahwa gelaran ini tidak hanya sekadar tontonan olahraga, tetapi juga menjadi alat pendorong ekonomi nasional. Dengan adanya kontrak jangka panjang, Indonesia memiliki kesempatan untuk memetik manfaat jangka panjang baik dalam aspek ekonomi maupun prestasi olahraga.

Erick mengatakan, “Kita tidak banyak memiliki event multiyears, dan MotoGP adalah salah satunya. Karena itu, kita harus bergerak cepat, memaksimalkan dampaknya, sekaligus memperkuat branding Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga kelas dunia.” Menurutnya, sport tourism akan menjadi salah satu penggerak ekonomi masa depan, dan MotoGP Mandalika adalah momen penting untuk memperkuat posisi Indonesia di sektor ini.

Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memperkirakan bahwa gelaran MotoGP 2025 akan memberi dampak ekonomi hingga Rp4,8 triliun. Angka ini berasal dari belanja wisatawan, aktivitas UMKM, pendapatan daerah, serta transaksi langsung selama acara berlangsung.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Raden Isnanta, menjelaskan bahwa angka tersebut membuktikan bahwa sport tourism telah menjadi kekuatan baru bagi Indonesia. “Event ini menyerap tenaga kerja besar, meningkatkan kinerja UMKM hingga 30–50 persen per tahun, serta mendongkrak kunjungan wisatawan nasional sampai 51 persen,” ujarnya.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal mencapai 70 persen. Bahkan, marshal Mandalika kini dipercaya bertugas di Sepang dan negara-negara Asia lain. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan MotoGP Mandalika tidak hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat setempat dalam membangun citra positif Indonesia.

Menurut Isnanta, MotoGP Mandalika bukan sekadar balapan, tetapi juga etalase wajah Indonesia di mata dunia. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, sponsor, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan acara ini. “MotoGP Mandalika adalah panggung internasional yang menampilkan NTB sekaligus Indonesia. Ini bukan hanya sport tourism, melainkan juga national branding,” tegas Isnanta.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Mandalika telah mengubah cara pandang terhadap olahraga Indonesia. “Dulu olahraga hanya dilihat dari sisi prestasi. Sekarang olahraga menjadi lokomotif pembangunan,” katanya. Dengan demikian, olahraga kini tidak hanya menjadi sarana untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi, budaya, dan pariwisata.

Isnanta berharap, cerita sukses Mandalika menjadi inspirasi hadirnya lebih banyak event olahraga internasional di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Hal ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kegiatan olahraga global.

Sementara itu, pihak Dorna selaku promotor MotoGP juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama semua pihak. Mereka menegaskan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya membangkitkan pariwisata Lombok, tetapi juga memperlihatkan kolaborasi Indonesia di mata dunia. Dengan demikian, acara ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event kelas dunia dengan kualitas tinggi.

📲 Ikuti terus berita kami di Google News .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.